Bagi kamu yang belajar ilmu sosiologi tentu tak asing dengan istilah perubahan sosial. Secara sosiologis, perubahan secara positif maupun negatif sudah pasti akan terjadi.
Pada dasarnya, perubahan ini terjadi karena didalam kondisi bermasyarakat ada yang sudah tidak sesuai lagi atau tidak mampu memenuhi harapan.
Seorang sosiolog asal Indonesia, Soerjono Soekanto membagi faktor perubahan ini menjadi dua, yakni internal dan eksternal.
Apa saja faktor internal dan eksternal dari perubahan sosial?
Berikut ulasan lengkapnya.
Faktor Perubahan Penyebab Sosial
Faktor internal berarti penyebab perubahan sosial yang datangnya dari dan dalam masyarakat itu sendiri.
Beberapa faktor tersebut, yaitu:
1. Keadaan masyarakat
Keadaan masyarakat terdiri dari jumlah, tingkat kepadatan, persebaran, komposisi, dan kualitas penduduk.
Setiap harinya keadaan ini akan terus mengalami perubahan berupa peningkatan maupun penurunan. Akibatnya, perubahan sosial akan terjadi untuk menyesuaikan dengan keadaan.
2. Penemuan baru
Kehidupan terus berjalan secara dinamis. Sehingga manusia senantiasa mencari cara untuk menemukan teknologi-teknologi baru yang lebih efektif untuk membantu kinerja atau mengatasi masalahnya.
Nah, penemuan-penemuan baru ini secara otomatis mengakibatkan perubahan sosial. Sebagai contoh, adanya internet menyebabkan perubahan pada cara orang mencari informasi, berkomunikasi, berkerja, dan lain sebagainya.
3. Ketidaksepakatan dalam masyarakat
Tak dapat dipungkiri, pro dan kontra dalam suatu masyarakat sudah pasti terjadi. Imbasnya, seringkali memunculkan konflik antar masyarakat.
Keadaan ini kemudian memaksa mereka untuk menemukan solusi yang secara otomatis akan menyebabkan perubahan sosial masyarakat dalam porsi besar maupun kecil.
4. Revolusi sosial
Revolusi sosial berarti perubahan secara menyeluruh dan fundamental dalam masyarakat dalam waktu yang relatif singkat dan menimbulkan dampak cukup besar.
Beberapa contoh revolusi yang pernah terjadi di Indonesia, di antaranya revolusi pra kemerdekaan tahun 1945, revolusi transisi pemerintah orde lama ke orde baru tahun 1966, dan revolusi menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden tahun 1988 yang kemudian melahirkan orde reformasi.
Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial
Faktor eksternal adalah segala sesuatu di luar masyarakat yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial. Berikut beberapa faktor tersebut, yaitu:
1. Perubahan alam
Perubahan alam terjadi diluar kendali manusia, meskipun penyebabnya sering kali karena ulah manusia.
Beberapa perubahan alam yang dimaksud di sini, seperti iklim, kondisi tanah, gempa bumi, tsunami, banjir, dan bencana alam lainnya.
Adanya perubahan alam tersebut, kemudian menimbulkan terjadinya perombakan susunan fisik dalam lingkungan tertentu.
2. Konflik antar negara
Pada skala internasional ada beberapa negara atau kelompok antar negara yang mengalami konflik sampai terjadi peperangan.
Kondisi ini sedikit banyak akan mempengaruhi negara lain yang tidak terlibat dalam konflik. Contoh, perang dingin antara Amerika dan Rusia menimbulkan adanya blok barat dan blok timur.
3. Pengaruh budaya luar
Pergaulan dengan bangsa lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui perantara media menyebabkan terjadinya akulturasi dan asimilasi budaya antar masyarakat.
Akulturasi merupakan proses bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.
Sedangkan asimilasi merupakan bercampurnya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru. Adanya akulturasi ataupun asimilasi ini sudah tentu menimbulkan dinamika sosial budaya dalam masyarakat.
Itulah faktor internal dan eksternal dari perubahan sosial dalam masyarakat. Dari sini dapat diketahui bahwa dinamika dalam kehidupan sosial tak bisa dihindari.
Oleh karena itu, menjadi tugas masing-masing individu untuk mampu melihat mana perubahan yang membawa ke arah positif atau negatif. Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang perubahan sosial.